
Jika matahari terbenam dan lampu-lampu jalan mulai berpijar, sebuah aroma khas biasanya mulai memenuhi udara di sudut-sudut kota di Indonesia.
Jika matahari terbenam dan lampu-lampu jalan mulai berpijar, sebuah aroma khas biasanya mulai memenuhi udara di sudut-sudut kota di Indonesia. Aroma perpaduan mentega yang meleleh, adonan yang terpanggang, dan manisnya cokelat itu berasal dari gerobak-gerobak bercahaya terang. Di atas papan namanya sering tertulis: Terang Bulan.
Kudapan yang di beberapa daerah disebut Martabak Manis ini bukan sekadar makanan penutup. Ia adalah ikon sosiokultural, teman setia saat berkumpul bersama keluarga, hingga simbol permintaan maaf atau “buah tangan” yang paling aman saat berkunjung ke rumah calon mertua.
Asal-Usul dan Etimologi: Dari Bangka ke Seluruh Nusantara
Secara historis, Terang Bulan memiliki akar dari kuliner masyarakat Tionghoa Hakka di Pulau Bangka. Nama aslinya adalah Hok Lo Pan, yang secara harfiah berarti “kue orang Hoklo”. Versi aslinya cenderung sederhana, hanya berupa adonan tepung terigu yang di panggang dengan taburan gula pasir dan wijen sangrai.
Mengapa di sebut Terang Bulan? Penamaan ini merujuk pada bentuk fisiknya saat baru matang. Ketika adonan dituang ke dalam loyang bulat besar dan mengembang sempurna, bentuknya bulat kuning keemasan menyerupai bulan purnama. Setelah di lipat, ia menjadi setengah lingkaran, namun nama “Terang Bulan” tetap melekat kuat, terutama di wilayah Jawa Timur, Madura, Bali, dan Kalimantan.
Di Jakarta dan Jawa Barat, orang lebih mengenalnya sebagai Martabak Manis. Ini sering membingungkan wisatawan, karena “Martabak” sendiri berasal dari bahasa Arab Mutabbaq yang berarti “terlipat”, yang aslinya merujuk pada martabak telur yang gurih. Namun, karena keduanya sering dijual di gerobak yang sama oleh pedagang yang sama, nama martabak pun “terbagi” menjadi varian manis dan telur.
Anatomi Terang Bulan yang Sempurna
Anatomi Terang Bulan yang Sempurna. Membuat Terang Bulan adalah sebuah seni teknis yang mengandalkan insting dan presisi. Sebuah Terang Bulan dianggap berhasil jika memenuhi tiga kriteria utama: tekstur sarang lebah (berserat), pinggiran yang renyah (crust), dan kelembutan adonan.
1. Adonan (The Base)
Bahan dasarnya terdiri dari tepung terigu protein sedang, telur, gula, garam, dan air atau susu. Rahasia utama kelezatannya terletak pada proses fermentasi atau pendiaman adonan agar pengembang (biasanya ragi atau baking soda) bekerja menciptakan rongga udara.
2. Teknik Pemanggangan
Penggunaan loyang besi tuang yang sangat tebal adalah wajib. Loyang ini mampu menahan panas secara stabil sehingga adonan matang merata tanpa gosong di satu sisi. Saat adonan dituang, penjual akan memutar loyang agar adonan menempel di tepian, menciptakan “pinggiran” renyah yang sering menjadi rebutan.
3. Tekstur “Sarang Lebah”
Inilah bagian yang paling memuaskan secara visual. Saat adonan mulai dipanaskan, gelembung-gelembung udara akan naik ke permukaan dan pecah, membentuk lubang-lubang kecil yang rapat seperti sarang lebah. Lubang inilah yang nantinya menjadi “wadah” bagi mentega dan susu kental manis untuk meresap hingga ke dasar kue.
Evolusi Topping: Dari Klasik hingga Kekinian
Dulu, pilihan topping Terang Bulan sangat terbatas. Standar “Legendaris” biasanya terdiri dari:
- Margarin/Mentega: Di oleskan dalam jumlah melimpah segera setelah kue diangkat.
- Meises Cokelat: Memberikan rasa manis dan tekstur sedikit lumer.
- Kacang Tanah: Di giling kasar dan disangrai untuk memberikan aroma nutty.
- Wijen: Memberikan sentuhan rasa gurih yang khas.
- Susu Kental Manis: Sebagai “lem” yang menyatukan semua rasa.
Namun, memasuki tahun 2010-an, terjadilah revolusi Martabak Manis. Muncul varian adonan dengan warna dan rasa berbeda, seperti Red Velvet, Pandan, Black Charcoal, hingga Green Tea (Matcha). Topping-nya pun naik kelas menggunakan produk impor seperti selai cokelat premium, biskuit karamel, hingga taburan keju melimpah yang menutupi seluruh permukaan kue.
| Jenis Terang Bulan | Karakteristik Utama |
| Klasik | Adonan kuning, topping kacang-cokelat-wijen. Fokus pada rasa mentega. |
| Tipis Kering (Tipker) | Adonan sangat tipis, di panggang hingga garing seperti krep. |
| Red Velvet | Adonan merah tua dengan campuran cokelat, biasanya di padukan dengan cream cheese. |
| Pandangan | Adonan hijau aromatik dari ekstrak pandan asli atau pasta. |
Resep Terang Bulan
Resep Terang Bulan. Estimasi waktu: 15 menit persiapan + 60 menit fermentasi + 10 menit masak.
1. Bahan Utama (Adonan)
- Tepung Terigu: 250 gram (sekitar 25 sdm) — Gunakan protein sedang (Segitiga Biru).
- Gula Pasir: 3 sdm.
- Telur: 1 butir (kocok lepas).
- Air: 300 ml.
- Susu Bubuk: 1 sdm (untuk aroma lebih gurih).
- Garam: $1/4$ sdt.
- Vanilla Extract: $1/2$ sdt (opsional).
2. Bahan Pengembang (Di campur saat akan di panggang)
- Baking Soda: $1/2$ sdt.
- Baking Powder: $1/2$ sdt.
- Air Sedikit: 2 sdm (untuk melarutkan pengembang).
3. Bahan Topping (Sesuai Selera)
- Mentega/Margarin (Wajib ada untuk olesan panas).
- Susu Kental Manis.
- Keju parut, Meises cokelat, atau kacang sangrai.
Langkah-Langkah Pembuatan
1: Membuat Adonan
- Campurkan tepung terigu, susu bubuk, gula, dan garam dalam wadah besar.
- Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil di kocok menggunakan whisk (pengocok telur).Tips Rahasia: Kocok adonan dengan gerakan memukul-mukul selama 10 menit hingga muncul gelembung udara kecil dan adonan terasa ringan. Ini kunci agar seratnya bagus.
- Masukkan telur yang sudah di kocok, aduk rata.
- Tutup wadah dengan kain bersih, diamkan (istirahatkan) selama minimal 1 jam. Jangan dilewati, karena ini proses aktivasi gluten agar martabak kenyal.
2: Proses Pemanggangan
- Panaskan teflon (gunakan yang dasarnya tebal) dengan api kecil cenderung sedang. Jangan pakai api besar.
- Tes panas: Percikkan sedikit air, jika air langsung “menari” dan menguap, berarti teflon sudah siap.
- Larutkan baking soda dan baking powder dengan 2 sdm air, lalu masukkan ke adonan. Aduk cepat.
- Tuang adonan ke teflon. Tekan bagian pinggirnya dengan punggung sendok sayur untuk membuat pinggiran yang krispi.
- Jangan di tutup dulu. Biarkan hingga muncul lubang-lubang kecil (sarang lebah) di seluruh permukaan.
- Setelah lubang muncul banyak, taburkan sedikit gula pasir untuk membantu pori-pori pecah.
- Tutup teflon, kecilkan api sedikit, dan masak sampai bagian atasnya kering (tidak lengket jika di sentuh).
3: Finishing
- Angkat martabak, segera olesi dengan mentega/margarin selagi panas dalam jumlah yang melimpah.
- Taburkan topping pilihan (keju, cokelat, dll).
- Tuangkan susu kental manis di atas topping.
- Potong menjadi dua, lipat, dan olesi bagian kulit luarnya dengan sedikit mentega agar tetap lembap dan mengkilap.
Tips Tambahan Agar Berhasil:
- Tips Tambahan Agar Berhasil. Pastikan Baking Soda Aktif: Jika baking soda sudah lama di buka, biasanya efektivitasnya berkurang dan adonan tidak akan bersarang (bantat).
- Suhu Teflon: Jika teflon terlalu panas, bagian bawah akan gosong sebelum sarang muncul. Jika kurang panas, sarang tidak akan terbentuk sama sekali.
- Jangan Membuka Tutup Terlalu Cepat: Tutuplah teflon hanya setelah pori-pori atau lubang kecil sudah merata di seluruh permukaan.
Mengapa Terang Bulan Begitu Dicintai?
Ada alasan psikologis mengapa kita begitu mendambakan Terang Bulan saat malam hari. Perpaduan antara karbohidrat kompleks, gula tinggi, dan lemak dari mentega memicu pelepasan dopamin di otak. Istilah “Comfort Food” sangat cocok di sematkan padanya.
Apalagi, melihat proses pembuatannya secara langsung memberikan kepuasan tersendiri (satisfying). Melihat mentega yang di potong balok besar lalu meleleh seketika di atas permukaan panas, serta bunyi serutan keju yang jatuh bertumpuk-tumpuk, adalah pertunjukan hiburan gratis sebelum kita menikmati hidangan utamanya.
Kesimpulan: Warisan yang Terus Mekar
Terang Bulan telah menempuh perjalanan panjang dari sekadar kue sederhana di pinggir jalan Bangka hingga menjadi kuliner mewah dengan berbagai variasi di mal-mal besar. Ia berhasil bertahan melewati zaman karena sifatnya yang adaptif. Ia bisa tampil sangat murah meriah di depan sekolah dasar, namun bisa juga tampil elegan di kotak karton premium dengan harga ratusan ribu rupiah.
Selama orang Indonesia masih menyukai perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur lembut yang memanjakan lidah. Mereka akan tetap setia berdiri sebagai pelita bagi para pemburu kebahagiaan di tengah pekatnya malam, demi satu porsi kehangatan yang kita kenal sebagai Terang bulan.