
Bandara Juanda di tutup untuk penerbangan menuju Bali saat Hari Raya Nyepi merupakan kebijakan yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan suci umat Hindu. Setiap tahunnya, menjelang perayaan Nyepi, seluruh aktivitas publik di Bali, termasuk lalu lintas udara dihentikan sementara selama 24 jam penuh. Ini adalah bagian dari komitmen masyarakat Bali dalam menjalankan Catur Brata Penyepian, yang meliputi larangan bepergian, bekerja, menyalakan api, dan bersenang-senang.
Sebagai akibat dari itu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali akan ditutup sementara untuk semua penerbangan domestik maupun internasional. Langkah ini tentunya berimbas pada bandara-bandara penghubung di seluruh Indonesia, termasuk Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Bali akan dibatalkan atau dijadwalkan ulang selama masa Nyepi berlangsung. Pihak otoritas bandara biasanya sudah menginformasikan penutupan ini jauh-jauh hari kepada maskapai dan calon penumpang, agar bisa melakukan penyesuaian perjalanan.
Penutupan ini tidak hanya mencerminkan toleransi, tetapi juga menunjukkan betapa kuatnya nilai spiritual dan budaya dalam kehidupan masyarakat Bali. Bahkan institusi besar seperti otoritas penerbangan menghormati keheningan yang di jalankan di hari suci tersebut. Para penumpang yang telah merencanakan perjalanan ke Bali pada waktu tersebut diimbau untuk menjadwalkan ulang keberangkatan mereka, atau menunggu hingga bandara kembali beroperasi normal setelah Nyepi berakhir.
Bandara Juanda menutup penerbangan ini, menunjukkan dukungan terhadap perayaan Nyepi, sekaligus mengingatkan pentingnya solidaritas dan penghormatan lintas budaya di Indonesia. Meskipun menimbulkan penyesuaian dalam jadwal perjalanan. Kebijakan ini menjadi bukti nyata bahwa spiritualitas dan nilai kearifan lokal masih sangat di junjung tinggi dalam kehidupan berbangsa.
Bandara Juanda Hentikan Sementara Rute Ke Bali Mulai Malam Nyepi
Bandara Juanda Hentikan Sementara Rute Ke Bali Mulai Malam Nyepi. Keputusan ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap penutupan sementara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Yang di berlakukan setiap tahun selama perayaan Nyepi. Seperti di ketahui, Bali akan benar-benar “hening total” selama 24 jam. Termasuk meniadakan semua aktivitas di darat, laut, dan udara sebagai bagian dari pelaksanaan Catur Brata Penyepian oleh umat Hindu.
Penghentian rute dari Juanda ke Bali di mulai tepat beberapa jam sebelum Hari Nyepi tiba, biasanya sekitar pukul 18.00 WITA. Atau menyesuaikan dengan jadwal terakhir pendaratan di Bandara Ngurah Rai sebelum penutupan total di berlakukan. Tidak hanya penerbangan dari Juanda, semua penerbangan dari berbagai daerah ke Bali juga akan di hentikan selama periode tersebut. Pihak Angkasa Pura dan otoritas bandara telah memberi pemberitahuan resmi kepada seluruh maskapai. Untuk menyesuaikan jadwal penerbangan, agar tidak ada pesawat yang di jadwalkan mendarat atau lepas landas dari Bali selama Nyepi berlangsung.
Langkah ini di lakukan untuk menjaga kekhusyukan dan ketertiban Hari Raya Nyepi. Yang merupakan hari suci penuh makna bagi masyarakat Hindu, terutama di Bali. Dalam tradisi ini, umat Hindu tidak melakukan aktivitas fisik di luar rumah. Tidak menggunakan penerangan, tidak bepergian, serta tidak mengadakan hiburan. Oleh karena itu, aktivitas bandara pun di sesuaikan agar seluruh wilayah Bali benar-benar berada dalam kondisi tenang dan gelap. Sesuai dengan nilai-nilai spiritual yang di junjung dalam perayaan tersebut.
Penumpang yang telah memesan tiket dengan jadwal penerbangan ke Bali saat Nyepi di sarankan untuk mengatur ulang jadwal keberangkatan mereka. Umumnya, pihak maskapai akan memberikan opsi penjadwalan ulang (reschedule) atau refund sesuai kebijakan masing-masing. Sementara itu, penerbangan dari Juanda ke destinasi lain tetap berjalan seperti biasa, dan aktivitas operasional di Bandara Juanda sendiri tidak terganggu selain untuk rute Bali.
Penyesuaian Jadwal Penerbangan Juanda-Bali Selama Hari Raya Nyepi
Penyesuaian Jadwal Penerbangan Juanda-Bali Selama Hari Raya Nyepi. Selama perayaan Hari Raya Nyepi, Bandara Internasional Juanda di Surabaya melakukan penyesuaian jadwal penerbangan menuju Bali sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan hari suci umat Hindu tersebut. Hari Raya Nyepi, yang di peringati setiap Tahun Baru Saka, menuntut suasana tenang, hening, dan bebas dari aktivitas duniawi selama 24 jam penuh. Untuk mendukung hal itu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebagai pintu utama lalu lintas udara ke Pulau Dewata. Akan di tutup sementara untuk semua penerbangan domestik maupun internasional.
Penyesuaian dari pihak Bandara Juanda biasanya di lakukan mulai beberapa jam sebelum Nyepi di mulai. Tepatnya sejak malam menjelang hari raya. Penerbangan terakhir dari Surabaya menuju Bali di jadwalkan agar tiba sebelum waktu penutupan Bandara Ngurah Rai berlaku. Setelah itu, seluruh jadwal penerbangan menuju Bali akan di hentikan sementara hingga Nyepi selesai. Dan aktivitas di Bandara Ngurah Rai kembali normal. Penutupan ini berlaku selama 24 jam penuh dan di koordinasikan dengan semua maskapai agar tidak ada pesawat yang mendarat ataupun lepas landas di Bali selama periode tersebut.
Bagi penumpang yang sudah memesan tiket untuk penerbangan ke Bali pada tanggal tersebut. Pihak maskapai biasanya menyediakan opsi pengubahan jadwal (reschedule) atau pengembalian dana (refund) sesuai ketentuan masing-masing. Petugas layanan pelanggan dari maskapai maupun pihak bandara pun di siagakan. Hal ini bertujuan untuk membantu memberikan informasi dan solusi terbaik kepada penumpang yang terdampak.
Penyesuaian jadwal penerbangan Juanda–Bali selama Hari Raya Nyepi menjadi bukti nyata adanya toleransi dan saling menghormati antarumat beragama di Indonesia. Keputusan ini tidak hanya menghormati nilai-nilai spiritual masyarakat Hindu di Bali. Tetapi juga menunjukkan bagaimana sistem transportasi nasional turut menjaga ketenangan dan kekhusyukan jalannya ibadah di hari suci tersebut. Dengan adanya koordinasi yang baik antara bandara, maskapai, dan otoritas penerbangan.
Kebijakan Penerbangan Nasional Saat Nyepi: Apa Dampaknya Bagi Penumpang?
Kebijakan Penerbangan Nasional Saat Nyepi: Apa Dampaknya Bagi Penumpang?. Setiap tahun, pada perayaan Tahun Baru Saka yang di kenal sebagai Hari Nyepi. Seluruh aktivitas di Pulau Bali di hentikan sementara selama 24 jam. Hal ini tidak hanya berlaku untuk kegiatan masyarakat. Tetapi juga mencakup penutupan total Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Penutupan ini secara langsung memengaruhi operasional bandara-bandara lain di seluruh Indonesia, termasuk Bandara Juanda di Surabaya, Soekarno-Hatta di Jakarta, dan bandara besar lainnya yang memiliki rute penerbangan ke Bali. Dampaknya adalah pembatalan atau penundaan penerbangan yang telah di jadwalkan pada hari tersebut. Maskapai penerbangan pun melakukan penyesuaian dengan mengatur ulang waktu keberangkatan atau kedatangan pesawat yang melayani rute ke dan dari Bali. Dalam situasi ini, para penumpang yang terdampak harus melakukan reschedule atau pembatalan perjalanan sesuai kebijakan maskapai.
Bagi sebagian penumpang, kebijakan ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan karena harus merubah rencana perjalanan, terutama bagi mereka yang tidak mengetahui jauh-jauh hari bahwa akan ada penutupan total selama Nyepi. Namun di sisi lain, langkah ini mendapat apresiasi luas karena menjadi simbol nyata dari toleransi dan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan di Indonesia. Nyepi merupakan satu-satunya hari di mana sebuah pulau besar seperti Bali benar-benar “pause” dari seluruh aktivitas, termasuk sektor transportasi udara yang biasanya tidak pernah berhenti.
Bandara Juanda mengikuti kebijakan penerbangan nasional selama Nyepi berdampak pada penyesuaian logistik dan operasional, tetapi pada saat yang sama juga memperlihatkan komitmen nasional dalam menjunjung tinggi kearifan lokal dan nilai-nilai spiritual masyarakat Indonesia. Momen ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia yang serba cepat dan sibuk, terkadang kita perlu menghargai waktu untuk berhenti sejenak — demi kedamaian, keheningan, dan keharmonisan yang lebih luas. Cerdasnya pilihan kebijakan Bandara Juanda.