
Kereta Tanpa Rel Di IKN Kini Di Kembalikan Ke China
Kereta Tanpa Rel Di Ibu Kota Nusantara Yang Di Kenal Sebagai Autonomous Rail Transit Telah Di Kembalikan Ke China setelah uji coba yang tidak memenuhi harapan. ART ini merupakan trem otonom buatan CRRC Qingdao Sifang, yang di impor untuk mendukung konsep mobilitas cerdas dan ramah lingkungan di IKN. Keputusan untuk mengembalikan ART di ambil oleh Otorita IKN setelah hasil evaluasi dari uji coba atau Proof of Concept yang menunjukkan bahwa sistem otonom kereta tersebut belum berfungsi dengan baik.
Karena beberapa masalah yang di temukan meliputi Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, menyatakan bahwa pengembalian ini di lakukan agar teknologi ART dapat di sempurnakan dan di perbaiki oleh pabrikan di China. Pengembalian ini juga sesuai dengan perjanjian yang mengizinkan pengembalian berdasarkan hasil uji coba. Pengujian internal ini juga melibatkan evaluasi terhadap performa ART dalam berbagai kondisi dan situasi. Kereta Tanpa Rel dalam hal ini untuk memastikan bahwa kendaraan dapat beroperasi secara efektif di lingkungan yang beragam. Selain itu, pihak DJKA akan mengevaluasi respons sistem terhadap berbagai skenario operasional.
Dan mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin muncul selama proses pengoperasian. Kehadiran kereta tanpa rel di IKN di harapkan akan memberikan solusi transportasi yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan menggunakan teknologi tanpa rel dan tanpa sopir, ART dapat mengurangi kemacetan lalu lintas serta dampak lingkungan dari transportasi konvensional. Selain itu, sistem ini menawarkan kenyamanan yang lebih tinggi bagi penumpang dan fleksibilitas dalam penataan rute serta jadwal perjalanan. Kereta Tanpa Rel dengan penerapan teknologi yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memodernisasi sistem transportasi di Indonesia.
Kereta Tanpa Rel Di IKN Belum Dapat Beroperasi Dengan Baik Dalam Kondisi Nyata
Serta, juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara. Dengan keberhasilan uji coba ini, di harapkan ART dapat segera beroperasi penuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan transportasi di kawasan ibu kota baru. Pengujian internal terhadap sistem kereta tanpa rel di rencanakan akan selesai pada hari Jumat, 9 Agustus 2024. Setelah tahap pengujian internal ini rampung, uji coba dinamis akan segera di laksanakan. Uji coba dinamis ini merupakan langkah penting berikutnya dalam proses pengujian yang Kereta Tanpa Rel Di IKN Belum Dapat Beroperasi Dengan Baik Dalam Kondisi Nyata.
Menurut informasi secara resmi, jika semua aspek pengujian internal berjalan dengan sesuai rencana tanpa ada kendala berarti, tergetnya adalah memulai uji coba dinamis pada tanggal 10 Agustus 2024. Uji coba dinamis ini di rencakanan akan di lakukan pada rute pendek yang di sebut sebagai loop kecil. Langkah ini bertujuan untuk menguji kemampuan sistem ART dalam beroperasi di lingkungan yang lebih mirip dengan kondisi nyata. Dalam hal ini dengan fokus pada pengujian pergerakan dan kinerja kendaraan di jalur yang telah di tentukan.
Dalam proses uji coba dinamis, berbagai parameter akan di evaluasi untuk memastikan bahwa sistem dapat berfungsi dengan optimal. Ini termasuk pengujian sistem kontrol otomatis, respons kendaraan terhadap perubahan kondisi, serta kemampuan navigasi dan menuver para rute pendek tersebut. Tujuan utama dari uji coba ini adalah untuk memastikan bahwa teknologi kereta tanpa rel dapat beroperasi dengan aman. Serta, juga efisien sebelum di luncurkan untuk penggunaan yang lebih luas. Pihak terkait, seperti Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), akan terus memantau dan mengevaluasi hasil dari uji coba dinamis ini.
Hasil Evaluasi Akan Menjadi Dasar
Hasil Evaluasi Akan Menjadi Dasar untuk keputusan selanjutnya mengenai peluncuran sistem kereta tanpa rel secara penuh. Dengan suksesnya uji coba ini, di harapkan ART dapat segera di integrasikan ke dalam sistem transportasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Serta, di satu sisi juga memberikan manfaat signifikan bagi pengembangan infrastruktur transportasi di kawasan tersebut. Rute pendek atau loop kecil yang di sebutkan oleh Risal merujuk pada sirkuit uji coba yang di rancang khusus untuk menguji sistem kereta tanpa rel (ART).
Rute ini di mulai dari Gedung Kemenko 3, melanjutkan perjalanan menuju Gedung Kemenko 2, dan kemudian kembali lagi ke Gedung Kemenko 3. Hal ini semua berada dalam area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Pengujian di lakukan dalam bentuk sirkuit melingkar. Hal ini untuk memastikan bahwa ART dapat beroperasi dengan baik pada jalur yang telah di tentukan. Risal menjelaskan bahwa tujuan utama dari uji coba ini adalah untuk mempersiapkan sistem ART agar siap untuk di operasikan secara penuh. Uji coba ini menjadi langkah penting dalam proses persiapan menjelang peluncuran resmi ART.
Dengan menyelesaikan uji coba pada rute melingkar ini, pihak terkait dapat mengevaluasi berbagai aspek dari sistem. Hal ini termasuk kinerja kendaraan dalam berputar di jalur yang telah di rancang serta respons terhadap berbagai kondisi operasional. Lebih lanjut, Risal menambahkan bahwa uji coba ini memiliki tujuan tambahan yaitu untuk mempersiapkan kereta tanpa rel untuk acara penting mendatang. Salah satu acara besar yang menjadi target pengoperasian art adalah upacara hari ulang tahun (hut) kemerdekaan republik indonesia ke-79. Dalam hal ini yang akan di laksanakan pada 17 Agustus 2024 di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Memberikan Kontribusi Signifikan Dalam Memodernisasi
Dengan adanya persiapan yang matang melalui uji coba ini, di harapkan ART dapat berfungsi secara optimal pada acara tersebut. Hal ini juga menandai tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur transportasi di ibu kota baru. Evaluasi yang di lakukan akan menjadi dasar untuk menemukan langkah selanjutnya. Hal ini termasuk peluncuran kereta tanpa rel secara resmi dan integritasnya ke dalam sistem transportasi di IKN. Dengan demikian, uji coba ini di harapkan dapat memastikan kesiapan ART untuk Memberikan Kontribusi Signifikan Dalam Memodernisasi. Serta, juga dapat meningkatkan sistem transportasi di ibu kota baru Indonesia.
Risal menjelaskan bahwa fase uji coba untuk sistem kereta tanpa rel (ART) ini akan berlangsung selama sektiar dua bulan. Hal ini di mulai setelah uji coba dinamis. Uji coba ini bertujuan untuk mengevaluasi dengan lebih mendalam kelayakan operasional dari ART. Di satu sisi, ini juga memastikan bahwa sistem ini dapat berfungsi secara optimal dan memenuhi standar yang di tetapkan. Setelah periode uji coba ini, akan di lakukan evaluasi bersama antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN). Evaluasi ini akan menjadi langkah penting sebelum sistem ART di perkenalkan kepada publik.
Sistem ART di rencanakan untuk di pamerkan secara resmi dari 10 oktober hingga 31 desember 2024. Dalam pelaksanannya nanti, ART akan berhenti di delapan halte yang terletak di sepanjang rute utama di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Selain itu, ART akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, seperti bus rapid transit (BRT). Hal ini untuk memberikan solusi transportasi yang lebih terkoordinasi dan efisien di Ibu Kota Nusantara. Dengan langkah ini, di harapkan sistem ini dapat menjadi bagian penting dari infrastruktur transportasi masa depan, meskipun Kereta Tanpa Rel.