Dia adalah Vivi Indrawaty, yang di kenal luas dengan nama Vivian. Dengan julukan khasnya, “The Mother of Tank,” Vivian telah memantapkan dirinya sebagai salah satu Roamer terbaik di skena esports MLBB wanita. Membawa timnya—dari Bigetron Era hingga kini Team Vitality Female—meraih berbagai gelar juara, baik di tingkat nasional maupun internasional.Di tengah gemuruh panggung kompetisi Mobile Legends Bang Bang (MLBB) yang di dominasi oleh nama-nama pria. satu sosok yang tidak hanya mampu menorehkan prestasi gemilang tetapi juga menjadi mercusuar inspirasi bagi komunitas gamer wanita di seluruh dunia.

Dari Depok Menuju Puncak Dunia Esports

Lahir pada 7 Januari 1999 perjalanan karier Vivian di dunia esports profesional di mulai jauh dari sorotan dan tepuk tangan meriah. Berasal dari Depok, Indonesia, seperti banyak atlet esports lainnya, ia harus menghadapi keraguan dan stigma. Awalnya, keputusannya untuk menghabiskan waktu dengan bermain game. bahkan hingga mengorbankan waktu kuliah di Politeknik Negeri Jakarta, sempat di pandang sebelah mata, baik oleh teman-teman maupun orang tuanya. Ia sering mendengar pertanyaan sinis seperti, “Apaan sih main games, tidak jelas, buang-buang waktu, cewek pula?” dan “Kenapa anak kuliah main games terus di rumah?”.

Namun, Vivi Indrawaty membuktikan bahwa ketekunan, bakat, dan fokus bisa mengubah hobi menjadi sebuah profesi yang membanggakan. Ia memulai karier profesionalnya pada tahun 2018 dengan Bigetron, bergabung di divisi wanita yang saat itu di kenal sebagai Belletron Battle Angels, kemudian bertransformasi menjadi Bigetron Era.

 Mengukir Legenda sebagai Roamer: “The Mother of Tank”

Vivian awalnya sempat mencoba peran Mage, namun akhirnya menemukan panggilan sejatinya sebagai seorang Roamer (atau Tank/Support). Peran yang vital dalam setiap komposisi tim MLBB. Peran Roamer menuntut lebih dari sekadar mekanik hero yang baik; ia memerlukan kesadaran peta (map awareness) yang superior, kemampuan pengambilan keputusan yang cepat dan akurat, serta leadership untuk memimpin rotasi dan inisiasi war tim.

Dalam peran inilah Vivian bersinar. Julukan “The Mother of Tank” bukan tanpa alasan. Vivian di kenal piawai menggunakan berbagai hero Tank dan Support, termasuk Chou, Grock, Kaja, dan Minotaur. Konsistensinya dalam menjaga damage dealer tim, membuka vision di peta, dan melakukan inisiasi yang tepat pada momen krusial sering kali menjadi kunci kemenangan timnya. Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk membaca pergerakan lawan dan membuat keputusan sepersekian detik di bawah tekanan tinggi. Seperti yang ia ceritakan, kuncinya adalah menghilangkan ego dan emosi, serta membangun chemistry dan kepercayaan dengan rekan satu tim.

 Era Dominasi Bigetron Era dan Panggung Internasional

Bersama Bigetron Era, Vivian mengukir era dominasi yang tak tertandingi di skena MLBB wanita. Selama hampir enam tahun (2018-2024), tim ini menjuarai lebih dari 20 gelar turnamen, menjadi kekuatan yang paling ditakuti. Beberapa pencapaian kunci yang melibatkan kontribusi masif Vivian meliputi:

  • Juara MLBB Women’s Invitational (MWI) secara berturut-turut (2022-2023), menjadikannya pemain pertama yang meraih gelar ini dua kali berturut-turut bersama rekan setimnya.
  • Berbagai gelar juara di kompetisi domestik seperti Woman Star League (WSL) dan UniPin Ladies Series.
  • Meraih medali emas SEA Games 2023 Kamboja bersama Tim Nasional MLBB Putri Indonesia.

Puncak dari karier representatif negaranya adalah saat ia berjuang bersama Timnas Esports Indonesia. Pada ajang IESF World Esports Championship (WEC), Vivian dan timnya berhasil mempertahankan gelar juara dunia (2024 dan 2025). Seringkali dengan performa yang dominan, termasuk win rate 100% di beberapa edisi turnamen. Prestasi ini bukan hanya membuktikan superioritas merekajuga mengangkat nama Indonesia di kancah esports global.

Transisi ke Team Vitality dan Masa Depan

Pada Mei 2024, Vivian mengambil langkah besar dalam kariernya. Bersama beberapa rekan setimnya, ia resmi bergabung dengan Team Vitality Female, sebuah organisasi esports besar asal Prancis yang mulai memasuki divisi MLBB wanita. Keputusan ini menandai langkah signifikan dalam karier internasionalnya, memperluas pengaruhnya melampaui Asia Tenggara dan membawa standar permainan wanita Indonesia ke kancah global yang lebih luas.

Transisi ini tidak mengurangi performanya. Vivian terus memimpin tim barunya meraih kesuksesan. Seperti menjuarai Battle of Gamehers Season 1 dan kembali meraih gelar di turnamen S-Tier seperti MLBB Women’s Invitational (MWI) 2025. Dalam setiap turnamen, Vivian selalu menekankan pentingnya “respect” terhadap tim lawan dan fokus pada kekompakan tim, karena kesalahan sekecil apa pun bisa di manfaatkan oleh musuh.

 Lebih dari Sekadar Game: Inspirasi dan Pandangan Jauh ke Depan

Kisah Vivian adalah cerminan kegigihan dalam menghadapi pandangan negatif masyarakat terhadap esports, terutama bagi wanita. Ia telah membuktikan bahwa atlet esports adalah profesi yang sah dan membanggakan. Mampu menjawab keraguan orang tua dan teman-teman dengan medali emas dan gelar juara dunia menjadi kepuasan tersendiri. “Aku selalu ingat kalau aku lagi membawa nama negara dan ingin semua orang tahu bahwa tim MLBB Women itu yang bagus di Indonesia, dan tidak diremehkan,” ungkapnya, menunjukkan motivasi yang lebih besar dari sekadar kemenangan pribadi.

Di samping prestasi di dalam game, Vivian juga menunjukkan mentalitas profesional yang patut di contoh. Ia sadar bahwa karier sebagai pro player memiliki batas waktu. Dengan prize pool yang fantastis dari turnamen besar seperti MWI (yang pernah mencapai US$500 ribu), Vivian memiliki rencana masa depan yang matang. Ia berambisi untuk memiliki aset investasi seperti rumah dan properti kontrakan, memastikan bahwa hasil kerja kerasnya di esports dapat menjamin kehidupannya setelah pensiun dari kompetisi. Pola pikir ini sangat penting untuk di tularkan kepada generasi pro player muda.

Vivian tidak hanya berperan sebagai Roamer di Land of Dawn, tetapi juga sebagai pahlawan dan panutan bagi banyak gamer wanita. Dengan segudang prestasi, kepemimpinan, dan pandangan jauh ke depan. Vivi “Vivian” Indrawaty telah mengukir namanya dengan tinta emas sebagai ikon sejati esports Mobile Legends: Bang Bang. Ia adalah bukti hidup bahwa dengan disiplin, skill tinggi, dan mentalitas juara, atlet wanita Indonesia mampu mengumandangkan “Indonesia Raya” dan menunjukkan ke dunia bahwa yang terbaik lahir dari Nusantara.

Berikut adalah daftar ringkasan prestasi Vivi “Vivian” Indrawaty.

  • Total Hadiah Uang: Vivian di perkirakan telah mengumpulkan total hadiah uang lebih dari $74.708 USD (per data terkini).
  • Gelar Juara Dunia (IESF WEC): 2 kali (2024, 2025).
  • Gelar Juara MWI: 3 kali (2022, 2023, 2025).
  • Medali Emas SEA Games: 1 kali (2023).
  • Pemain Pertama yang menjuarai MWI 2 kali berturut-turut (2022-2023).
  • Memegang win rate 100% bersama Timnas Indonesia di beberapa turnamen internasional.
  • Woman Star League (WSL) Champion:
    • Juara WSL Season 4

    • Juara WSL Season 5

    • Juara WSL Season 6

    • Juara WSL Season 7

    • Juara WSL Season 8 (Memastikan BTR Era mempertahankan dominasi tak tertandingi di liga domestik)

  • Di kenal dengan julukan “The Mother of Tank.”

Vivian telah membantu tim yang ia bela (Bigetron Era/Belletron Era) meraih lebih dari 20 gelar juara selama kariernya. Daftar di atas hanya mencakup beberapa turnamen paling bergengsi dengan nama asli Vivi Indrawaty