
Lawan Pemblokiran, Buruh Demo YT & Komdigi 28 Januari
Lawan Pemblokiran, Buruh Demo YT & Komdigi 28 Januari Yang Akan Di Gelar Di Kawasan SCBD Tepatnya Jakarta Selatan. Gelombang penolakan terhadap kebijakan pemblokiran kembali menguat. Tentunya sejumlah elemen buruh dan pekerja kreatif menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi. Terlebihnya pada 28 Januari di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Aksi ini di tujukan untuk menyuarakan keberatan atas kebijakan yang di nilai berdampak langsung pada ruang kerja digital. Serta yang termasuk terhadap platform YouTube serta kebijakan yang di koordinasikan Komdigi. Hal ini juga sebagai bentuk Lawan Pemblokiran. Para buruh menilai Lawan Pemblokiran ini perlu karena tanpa mekanisme transparan berpotensi merugikan penghasilan. Kemudian membatasi akses informasi, dan mempersempit ruang berekspresi. Karena itu, aksi di SCBD di proyeksikan sebagai panggung penyampaian aspirasi, tuntutan dialog, serta evaluasi kebijakan secara terbuka.
Aksi Terpusat Di SCBD, Jakarta Selatan
Fakta pertama, lokasi aksi di pusatkan di SCBD, salah satu kawasan bisnis paling strategis di Jakarta Selatan. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. SCBD di nilai representatif untuk menarik perhatian publik, pemangku kebijakan, serta pelaku industri digital. Panitia aksi menyebut demonstrasi akan dilakukan secara tertib dan damai. Massa di jadwalkan berkumpul sejak pagi. Kemudian membawa spanduk dan orasi yang menyoroti dampak pemblokiran terhadap pekerjaan berbasis platform digital. Aparat keamanan juga di perkirakan akan melakukan pengamanan berlapis. Tentunya untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan semua pihak.
Penolakan Pemblokiran Jadi Isu Utama
Fakta kedua, penolakan terhadap pemblokiran menjadi isu utama yang di angkat. Buruh menilai kebijakan pemblokiran, terutama yang berdampak pada akses platform digital. Terlebih yang seringkali dilakukan tanpa sosialisasi memadai dan parameter yang jelas. Bagi pekerja kreatif, pemblokiran bukan sekadar urusan teknis. Namun melainkan menyangkut mata pencaharian. Konten yang terhenti, kanal yang terhambat, hingga penurunan pendapatan iklan disebut sebagai efek langsung yang di rasakan. Karena itu, massa aksi mendesak adanya mekanisme evaluasi, peringatan bertahap. Serta jalur keberatan yang adil sebelum pemblokiran dilakukan.
YouTube Dan Komdigi Jadi Sorotan Aksi
Fakta ketiga, YouTube dan Komdigi menjadi sorotan utama dalam tuntutan aksi. Dan YouTube di pandang sebagai ekosistem kerja bagi jutaan kreator dan pekerja pendukung. Sementara Komdigi di anggap memiliki peran sentral dalam perumusan. Dan juga dengan implementasi kebijakan digital. Para buruh meminta agar kedua pihak membuka ruang dialog yang substantif. Mereka menuntut kejelasan standar, akuntabilitas keputusan. Serta perlindungan terhadap pekerja yang menggantungkan hidup pada platform digital. Seruan dialog ini di tegaskan sebagai jalan tengah agar kebijakan tetap berjalan. Tentunya tanpa mematikan ekonomi kreatif.
Tuntutan Dialog Dan Transparansi Kebijakan
Fakta keempat, tuntutan dialog dan transparansi menjadi benang merah aksi 28 Januari. Massa tidak hanya menyuarakan penolakan. Akan tetapi juga membawa usulan konkret: pembentukan forum konsultasi, publikasi indikator kebijakan. Serta pelibatan perwakilan buruh dalam proses evaluasi. Langkah-langkah tersebut di nilai penting untuk membangun kepercayaan. Tanpa transparansi, kebijakan berisiko memicu resistensi berulang. Dengan dialog, pemerintah dan platform di harapkan dapat menyusun solusi yang seimbang.
Kemudian juga yang menjaga kepatuhan aturan sekaligus melindungi keberlangsungan kerja digital. Rencana aksi buruh di SCBD pada 28 Januari menandai babak penting dalam perdebatan kebijakan digital. Di satu sisi, regulasi di perlukan; di sisi lain, dampaknya terhadap pekerja tak boleh di abaikan. Aksi ini di harapkan menjadi momentum untuk membuka dialog, bukan eskalasi konflik. Pada akhirnya, masa depan ekosistem digital di tentukan oleh keseimbangan. Tentunya antara aturan yang tegas dan perlindungan terhadap mereka yang bekerja di dalamnya. Suara buruh hari ini adalah pengingat bahwa kebijakan publik harus berpijak pada realitas di lapangan.
Jadi itu dia beberapa fakta buruh akan demo pihak Youtube dan Komdigi pada 28 Januari nanti untuk Lawan Pemblokiran.