
Heboh Cacahan Uang Rp100 Ribu Di Bekasi, Asli Atau Palsu?
Heboh Cacahan Uang Rp100 Ribu Di Bekasi, Asli Atau Palsu Yang Juga Memperlihatkan Cacahanya Nominal 50 Ribuan. Media sosial kembali di hebohkan oleh sebuah temuan tak biasa. Kali ini, publik di buat tercengang oleh beredarnya video yang menampilkan cacahan kertas di duga uang rupiah berserakan. Tentunya di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kampung Serang, Setu, Kabupaten Bekasi. Dan momen Heboh Cacahan Uang sekilas menyerupai pecahan uang Rp 50.000. Kemudian hingga Rp 100.000, memicu beragam spekulasi. Serta ada tanda tanya besar di tengah masyarakat. Kemudian video yang pertama kali di unggah akun Instagram @sahabatpedulilingkungan itu dengan cepat menyebar luas. Banyak warganet mempertanyakan asal-usul cacahan tersebut, mulai dari dugaan uang rusak, uang palsu. Terlebihnya hingga kemungkinan limbah dari aktivitas ilegal. Hingga kini, kasus ini masih menjadi sorotan. Karena belum ada kepastian mengenai keaslian potongan uang tersebut. Mari kita simak mengenai Heboh Cacahan Uang tersebut.
Video Viral Cacahan Uang Gegerkan Media Sosial
Dalam video yang beredar, terlihat jelas tumpukan sampah dan tanah urugan bercampur dengan potongan kertas berwarna menyerupai uang rupiah. Dan ukurannya kecil-kecil dan tidak utuh, namun warna serta motifnya membuat banyak orang langsung mengaitkannya. Tentunya dengan pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000. Unggahan tersebut sontak menuai ribuan komentar. Sebagian warganet menduga cacahan itu merupakan uang asli yang sengaja di musnahkan. Sementara lainnya menilai kemungkinan besar hanya kertas mirip uang atau uang palsu. Ada pula yang mengaitkannya dengan praktik pembuangan limbah percetakan. Atau aktivitas kriminal tertentu. Viralnya video ini memperlihatkan betapa sensitifnya isu terkait uang di tengah masyarakat. Temuan sekecil apa pun yang menyerupai rupiah. Serta yang dapat dengan cepat memicu kehebohan dan rasa penasaran publik.
Pengakuan Pemilik Lahan: Di Pakai untuk Urugan Tanah
Sambas Purganda (32), keluarga pemilik lahan tempat TPS liar tersebut. Kemudian membenarkan adanya cacahan kertas yang menyerupai uang rupiah. Ia menjelaskan bahwa lahan tersebut memang kerap di gunakan untuk urugan tanah menggunakan berbagai jenis material campuran. “Yang di video itu memang betul. Tujuan kita kan memang mau uruk tanah, yang penting tanahnya rata. Kita juga enggak tahu waktu itu pakainya apa,” ujar Sambas saat di temui, Selasa (3/2/2026). Menurut Sambas, material urugan tersebut datang dalam karung-karung. Dan tidak pernah di periksa secara detail. Fokus utama mereka hanyalah meratakan tanah tanpa mengetahui isi pasti dari material yang di gunakan. Hal ini membuat keluarga pemilik lahan sama sekali tidak menyadari adanya cacahan kertas yang kemudian viral di media sosial.
Misteri Keaslian: Uang Asli Atau Sekadar Kertas?
Hingga kini, pertanyaan terbesar yang belum terjawab adalah soal keaslian cacahan tersebut. Sambas sendiri mengaku tidak mengetahui apakah potongan-potongan itu merupakan uang asli atau palsu. “Bentuknya kecil-kecil banget. Saya juga enggak tahu itu palsu apa enggaknya. Kayak duit emang, tapi sudah di potong kecil-kecil di dalam karung,” katanya. Ia menambahkan, pihaknya tidak pernah mencoba memeriksa atau mengumpulkan cacahan itu. Karena menganggapnya bagian dari material urugan. Selain itu, membeli tanah urugan murni membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga mereka menerima material campuran tanpa banyak pertanyaan. Kondisi inilah yang membuat spekulasi publik semakin liar. Dan tanpa klarifikasi resmi mengenai keaslian uang. Maka masyarakat hanya bisa menebak-nebak berdasarkan visual semata.
Polisi Masih Menunggu Hasil Penelusuran Resmi
Menanggapi kehebohan tersebut, Kapolsek Setu AKP Usep Armansyah. Dan ia menyatakan bahwa pihak kepolisian belum bisa memastikan apa pun. Tentunya yang terkait temuan cacahan kertas di duga uang rupiah itu. Polisi masih menunggu informasi. Dan hasil koordinasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan Kota Bekasi. Menurutnya, di perlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui asal-usul material tersebut.
Serta termasuk apakah cacahan itu benar merupakan uang rupiah asli, uang palsu. Atau hanya kertas yang menyerupai uang. Proses ini penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat. Kasus cacahan uang di Bekasi ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah dan material urugan perlu pengawasan lebih ketat. Hingga ada pernyataan resmi dari pihak berwenang. Dan misteri cacahan uang Rp 100 ribu ini masih akan terus mengundang tanda tanya dan perhatian publik.
Jadi sampai saat ini masih di selidiki keasliannya terkait Heboh Cacahan Uang.